Pembunuhan Gadis Cantik Setelah shalat dzuhur Asal Jepara

Pembunuhan tersangka, Indra Permana (26), tidak mengetahui jika membunuh Sintya Wulandari (21), warga Dongos Kecamatan Kedung, Jepara, 13 Mei 2020 lalu.

Dalam kasusnya, ternyata Indra berpikir Sintya Wulandari (21) pingsan, tidak tau jika alm meninggal dunia.
Pembunuhan Gadis Cantik Setelah shalat dzuhur Asal Jepara
https://jateng.tribunnews.com/

"Saya mengira pingsan saja," katanya, di Jepara Mapolres

Indra mengaku telah memukul dan mencekik korbannya karena panik telah melihat dia mengambil kunci motor setelah Sintya Wulandari menunaikan shalat duhur.

Pelaku mencekik korban menggunakan tangan kanannya selama lima menit. Hingga badan korban lemas dan meninggal dunia

Kapolres Jepara, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, tersangka awalnya melihat sepeda motor Vario K 6797 AQC milik korban yang terparkir di depan rumah dalam kondisi sepi.

Ketahuan Mencuri Motor

Kemudian ‎tersangka memberanikan diri mengambil kunci yang ada di dalam kamar.

Ternyata justru ketahuan korbannya.

"Karena ketahuan itulah tersangka membunuh korban dan menguasai harta benda yang ada di sana," ujar dia.

Adapun sejumlah barang yang dikuasai selain sepeda motor yakni Oppo A5S warna hitam berikut uang tunai sebesar Rp 100 ribu dari dompet korban.

Pergi Kabur Kejakarta

"‎Setelah itu tersangka melarikan diri ke Jakarta Barat, mengetahui keberadaannya di sana kemudian kami menangkap pelaku sebelum menjual barang bukti sepeda motor," ujar dia.

Tersangka akan dijerat pasal 365 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

#Pembunuhan

Gadis yatim piatu asal Kabupaten Jepara tewas dalam kondisi masih mengenakan mukena.

Tragedi itu terjadi di Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara pada Rabu (13/5/2020), sekitar pukul 16.30 WIB.

Berdasar laporan kepolisian, korban bernama Sintya Wulandari, warga setempat.

Gadis berusia 21 tahun itu ditemukan kakaknya bernama Agus, dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Korban mengenakan baju lengan panjang motif kotak warna biru dan celana panjang halus.

Keluar darah dari dalam mulutnya.

Posisi tubuh almarhum tergeletak di lantai, mengenakan mukena bagian bawah.

Korban diduga dibunuh saat sholat.

Polisi belum menjelaskan detil penyebab kematian Sintya.

Belum dijelaskan juga adanya luka fisik di tubuh korban.

Sementara itu, polisi mendapati hp dan motor Honda Vario K 6797 AQC milik korban telah hilang.

Asumsi pun muncul korban dirampok sekaligus dibunuh.

Korban Tidak Punya Ayah Dan Ibu

Korban diketahui anak yatim piatu.

Dia tinggal serumah dengan 2 kakak kandungnya.

Agus (26) dan Indayati (33).

Ayahnya, Sujono telah meninggal 10 tahun lalu.

Sedangkan ibunya, Namah meninggal 2 tahun lalu.

Penyelidikan

Kapolres Jepara, AKBP Nugroho Tri Nuryanto menuturkan pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut.

"Kita sedang olah tempat kejadian perkara, mohon bersabar menanti hasilnya," ujar AKBP Nugroho.

Dia pula mengimbau para netizen tak menyebarkan kabar hoaks terkait penangkapan pelaku pembunuhan Sintya.

Sebagai informasi, netizen di media sosial sudah dihebohkan kabar ditangkapnya pelaku pembunuhan Sintya Wulandari.

Beberapa skrinsut percakapan WA pun disebar.

Mereka menyebarkan pelaku pembunuhan adalah pacar almarhum.

Kabar tersebut langsung disanggah Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Djohan Andika.

"Biarkan kami bekerja dulu," kata dia.

AKP Djohan pula meminta netizen tak sembarang membagikan foto kematian korban secara terang-terangan.

"Tolong hormati privasi korban juga," pintanya.

Jelang Hari Ulang Tahunnya

Beberapa netizen pun kaget ketika menyadari korban lahir di bulan Mei.

Sesuai data KTP, Sintya Wulandari kelahiran Jepara tanggal 27 Mei 1999.

Akhir bulan ini adalah ulang tahunnya.

Namun Sintya sudah bersama Sang Khalik jelang ulang tahun.

0 Response to "Pembunuhan Gadis Cantik Setelah shalat dzuhur Asal Jepara"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel