Remaja Pakai Motor Satria FU Dikeroyok Gerombolan Asal Pedurungan Hingga Tewas

Remaja pakai motor satria FU tewas dikeroyok gerombolan asal pedurungan hingga tewas. Mesin aksi blayer dua remaja saat melintasi sekelompok anak muda yang nongkrong di Jalan Desa Blancir Pedurungan Plamongan Sari Kecamatan Kota Semarang, Sabtu (2020/05/16) sekitar pukul 15:00.

Tak pelak, aksi memicu remaja emosional pemuda yang menyebabkan serangan fisik menyebabkan remaja meninggal.
https://jateng.tribunnews.com/

"Kelompok pemuda itu emosi atas perilaku korban sehingga mereka mengeroyok korban dengan menggunakan bambu, kayu dan batu," kata Kanit Reskrim Polsek Pedurungan Semarang Iptu Muchammad Nur kepada Tribunjateng.com, Rabu (20/5/2020).

Nur mengatakan korban meninggal VKP (16) dari desa kabupaten Karangrejo Gajahmungkur Semarang.

Sementara temannya, DTR (18) warga Desa Pedurungan Kecamatan Semarang.

DTR mengalami beberapa luka dan kini dirawat di rumah sakit Wongsonegoro Semarang.

Saat kejadian mereka mengendarai motor FU Satria warna Hitam bernopol  H 5241 GH.

VKP korban berposisi sebagai pengendara dan pemboncng adalah DTR.

"VKP korban meninggal selama perjalanan ke rumah sakit," katanya.

Nur melanjutkan, ketika mendapatkan laporan tersebut pihaknya segera bergerak cepat.

Tim Reskrim Polsek Pedurungan diback up oleh Tim dari Polrestabes Semarang segera memburu pelaku.

"Setelah melakukan penyelidikan tersangka mengerucut menjadi empat orang," ujarnya.

Dia menyebut para pelaku masing-masing Maulidha Subhi Julian (22) status mahasiswa warga Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

Ahmad Masfaul Fuja (23) status pengangguran warga Kelurahan Plamongan Sari Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.

Berikutnya Briyan Joko Pratomo alias Tompel (18) status pengangguran warga Kelurahan Pedurungan Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.

Terakhir Ahmad Budi Utomo (19) status pengangguran warga Kelurahan Pedurungan Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.

"Kami juga menyita barang bukti berupa tiga bilah bambu dengan panjang antara 2,2 meter hingga
3 meter."

"Dua bilah kayu balok masing-masing sepanjang 60 sentimeter dan 1,15 meter."

"Pada balok terdapat bercak darah pada ujungnya."

"Selain itu dua buah batu dan satu unit kendaraan roda dua jenis Suzuki Satria Fu warna Hitam bernopol H 5241 GH yang dikendarai kedua korban," ungkapnya.

Dikeroyok Dengan Memakai Bambu

Nur merinci peran masing-masing tersangka berupa M Subhi memukul korban menggunakan satu bilah bambu warna kuning panjang kurang lebih 2,4 meter mengenai kepala bagian belakang korban DTR.

A Masfaul Fuja menggunakan satu bilah Bambu warna coklat panjang kurang lebih 2,2 meter mengenai punggung korban DTR.

Briyan menggunakan satu bilah Kayu balok warna coklat panjang kurang lebih 60 cm mengenai lengan tangan sebelah kiri korban DTR.

Sedangkan A Budi Utomo menggunakan satu bilah bambu warna coklat panjang kurang lebih 3 meter dipukulkan mengenai kendaraan bagian depan yang dikendarai kedua korban.

Hingga kedua korban terjatuh membentur cor jalan.

"Jadi para korban dipukuli ketika masih di atas motor lalu jatuh dari kendaraan."

"Ketika jatuh tersebut kepala korban VKP terbentur paving pembatas jalan lalu kepala dihujam satu bilah kayu balok warna coklat hingga luka robek," terangnya.

Ancaman dengan 12 Tahun Penjara

Nur menambahkan kini para tersangka sudah mendekam di ruang tahanan Polsek Pedurungan.

Kejadian itu tidak direncanakan hanya luapan emosi sementara.

"Para tersangka dijerat pasal 170 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman 12 kurungan penjara," kata Nur.

0 Response to "Remaja Pakai Motor Satria FU Dikeroyok Gerombolan Asal Pedurungan Hingga Tewas"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel